Sabtu, 06 Oktober 2012

Ibu...

Kunyanyikan sebuah lagu untukmu ibu
Sebagai wujud trimakasihku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku

Izinkanlah tanganmu kucium
dan kubersujud di pangkuanmu
Temukan kedamaian di hangat pelukmu

Di dalam hatiku yakin serta percaya
Ada kekuatan doa yang engkau titipkan
Lewat Tuhan membuat semangat
Bila diri ini rapuh dan jatuh tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan  mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya di hidupku
tiada seorang pun yang dapat menggantimu

-Gita Gutawa

Minggu, 23 September 2012

"Pria selalu punya ruang tersembunyi di hatinnya. tak ada yang tahu, bahkan percayakah kau, ruang sekecil itu jauh lebih absurd daripada seorang wanita terabsurd sekalipun." -Tere Liye, Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin

                    dan wanita tak terlalu pintar untuk menyembunyikan satu ruang khusus di hatinya.

                    #selesaibacanovel256halamandalamwaktusetengahhari

Minggu, 16 September 2012

"bukan kebahagiaan yang mendatangkan rasa syukur, namun rasa syukurlah yang mendatangkan kebahagian."
dan Tuhan telah menjanjikan, "Jika kamu bersyukur, maka akan Kutambahkan nikmatKu padamu." (QS. Ibrahim :7)
mari bersyukur : Alhamdulillah   ^^
mengenalnya secara tak sengaja, lalu mengaguminya seperti sisa air hujan yang membasahi jendela kemarin sore. seperti penderita schizophrenia level ringan, jika disebut penguntit itu bahkan lebih baik dari yang sesungguhnya. untuk dia yang bahkan tak melihat jejak yang kutinggalkan, terlebih mengenalku.

-Nologic-


Kamis, 13 September 2012

Just Write!


"Seseorang yang suka membaca belum tentu suka menulis, tetapi seorang yang suka menulis pasti suka membaca,"bisik Badiatul Muchlisin Asti, tiga tahun silam.

Kau kenal Mbak Asma Nadia? She's my favourite authors. aku bahkan tak bisa berpura-pura tak menangis karena bertemu dengan beliau, terlebih mendapatkan karya beliau secara langsung, dan..berpose di depan kamera secara eksklusif. Yes, i'm so happy. lalu, apa katanya? "Menulis itu berjuang." singkat, aku tahu beliau ingin bilang,"Menulislah terus, terus belajar, agar kau bisa menebar kebaikan dalam tulisan."

Tapi kubilang itu susah, aku tak berbakat. Tiba-tiba Ahmad Fuadi berpesan dengan ramah khas Minang-nya, "Muti...Dream, Fight, Ikhlas...," padahal aku tak yakin, tapi biar aku mencoba. membuat sebuah awal kalimat saja aku bingung, bagaimana bahasanya, bagaimana jika oranglain tak mengerti, bagaimana jika biasa-biasa saja,bagaimana jika orang tak suka?

Kata Mbak Afifah Afra,"be your self!" "Oke, just walk in may way. whatever, if that's could make me happy and comfort, just do it. sesukaku,biar tintaku menari dengan gaya bebas. "Sesuatu yang disampaikan dari hati akan sampai juga ke hati," begitu lanjutnya.

"tapi, aku lebih sering sakit, Bunda." hening, ia, yang tak lebih sedikit macam sakitnya daripada aku, dengan lembut menyentuh bahuku,"Bisa sampai kuliah begini harus sangat bersyukur,". "Boleh aku peluk, Bunda?" lalu tangan yang telah berkeriput itu merengkuhku, kubilang,"Terimakasih Bunda Pipiet Senja."

Jumat, 07 September 2012

What's the problem?

kakak minta dicariin calon istri dan aku jadi mak comblang
adek lagi bertengkar sama pacarnya dan aku dijadikan mediator
aku? kena pilek dan masuk angin dan kemarin hampir membakar fakultas karena sedikit ceroboh saat penelitian.
kamu?

Jika Belum Siap....


Pintu hati’ itu tidak seperti pintu bendungan, yang kapanpun aman dibuka tutup, tidak merembes. Dalam urusan perasaan, sekali pintu hati dibiarkan terbuka, maka susah payah menutupnya kembali, tetap merembes, bahkan lubang bocornya jebol dimana2, membahayakan seluruh bendungan.

Maka, jika kita belum siap, belum niat serius, maka jangan suka membuka tutup pintu hati. tutup pintunya rapat2, gembok dengan rantai terbaik, lantas lemparkan anak kuncinya ke dalam lautan luas. Begitulah cara terbaik menjaga hati dari perasaan.

jangan cemas anak kuncinya tidak akan ketemu. Jika sudah tiba saatnya, jodoh yg baik akan membawa anak kuncinya, dan hei, pas sekali, sempurna sudah membuka pintu hati.

-Tere Liye