Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

Isengnya Saya (dulu)

Assalamu'alaikum,...

wah, lama sekali saya mengosongkan blog ini, maaf, kemarin sibuk (sok sinuk nie :P)
Selain kuliah 2 strata sekaligus, penelitian di luar kota, seminar, makan, tidur, minum obat...ehh...saya juga punya kegiatan lain, suka iseng sama temen-temen dengan nyoret-nyoret muka mereka. iseng yang satu ini bikin ketagihan, hampir semua penghuni kos saya jadi korban :D hhe...

mau liat? eng ing eng...
ini dia...

tapi ini bukan temen kos dink, kenalan luar universitas. mau liat keisengan saya yang lain bisa dicek di Salon Jilbab Annisa http://www.facebook.com/MuslimahSalon. Yang pengen juga saya 'giniin' bisa kok, kalau mau saya isengin sih...kira-kira kriterianya kayak gini nich:
panjang jilbab menyesuaikan permintaan, tebal tipis riasan menyesuaikan permintaan, situ yang ke tempat saya atau saya yang ke tempat situ menyesuaikan permintaan, tarif...tidak to ya...tergantung mood saya...:). butuh informasi lebih? silahkan kunjungi faspages saya di atas. 
thx.
Wassalam 

Minggu, 18 November 2012

Diajak Liburan lagi

Pukul 15.30 17/11/12 @BBPTU Sapi Perah Baturraden

belum sempat istirahat siang, adzan sudah memanggil untuk segera beranjak dari pembaringan, "Oke, saatnya ketemu pedet-pedetku yang imut lagi."
na na na nana nana nana....hapeku bernyanyi, tentu bukan seperti itu suaranya, sebuah lagu yang dinyanyikan Donghae feat Henry, ost skip-beat love, yeah...saya Korean Drama lover, hehe. tetap saja suka meski nggak tau artinya, yang penting musiknya.
"assalamu'alaikum....," hening sejenak....entah itu nomor siapa, handphoneku hilang beberapa waktu yang lalu. 
"wa'alaikumsalam....Mbak Mut...,"
aku tak yakin, tapi ini seperti suara...
"Mbak Mut, nangendi? mreneo...ayo nang Ngebum lagi. sama Mbak Lia lagi, sama Mbak Muti."
"Dek Rohman....Mbak ndak..."
"Sisuk mrene ya, Mbak..,"
aku diam, sulit mengatakan tidak. 2 bulan ini aku belum sempat pulang ke rumah, apalagi mengunjungi keluarga Pak Sarwono, keluarga angkatku.
maaf,Bapak. saya minta maaf belum bisa mainke Kendal, saya masih penelitian di Baturraden.

ya, hati2 ya. balas beliau



 Aliya, Rohman, Muti sedang berlibur di TAB (06/2012).

*adik kandungku saja tak pernah sekedar sms kecuali jika dia butuh uang atau pulsa, fuuuh....

Kamis, 08 November 2012

Kecewa

Masih November ini, teman-teman sudah sibuk mempersiapkan diri untuk KKN di Bulan Januari mendatang. Iseng, saya pinjam berkas persyaratan pendaftaran yang dibawa salah seorang teman. pada satu kertas, saya tertarik.
"Persyaratan baru ya? tahun lalu nggak ada?"

Tiba-tiba saja ada sesuatu yang menyesakkan dada. semester lalu (6), sebuah potongan episode itu teringat, entah bagaimana justru lebih menyesakkan sekarang padahal dulu saya mengikhlaskannya. saya kecewa.

saya kebetulan di tempatkan di daerah lereng gunung, kita semua tahu jika pada umumnya lereng gunung itu dingin. dan saya tak pernah bisa bersahabat dengan dingin. untuk hal itulah saya datang ke kantor dimana ketua KKN saat itu berada untuk menghadap, berharap mendapatkan kemurahan hati beliau untuk urusan yang saya fikir mudah, untuk pindah tempat.

beberapa lama menunggu (2 jam) saya cemas mendengar karakter beliau yang keras. saya tahu saat itu saya salah, seharusnya saya datang lebih awal membawa surat keterangan dari dokter agar bisa ditempatkan di tempat yang aman untuk kondisi saya. tapi bukan berarti saya tak mewanti-wantinya, perihal surat izin ini sudah 2 kali saya tanyakan ke petugas jaga saat pendaftaran, bahkan teman saya yang menanyakan hal serupa juga mendapat jawaban yang sama :"nanti saja setelah pembagian tempat." sekarang siapa yang salah? ah, sudahlah....tak ada yang harus disalahkan.

"Tidak bisa." kata itu diucapkan beberapa kali. tak bisa hatinya digoyahkan. surat keterangan dokter tak disentuhnya sekalipun. bahkan teman saya yang datang beberapa saat setelah itu juga dibentak. "Apa kamu, Mbak? mau minta pindah juga?" tidak, kawan saya yangbaik hati itu dengan suka rea menawarkan diri untuk dipindah lokasi dengan saya. tapi tetap saja, tak ada yang bisa diubah.

saya pun datang kepada dosen wali saya. menceritakan kejadian tersebut, bukan bermaksud mengadu, tapi saya hanya bingung. dengan sedikit emosi yang tertahan, didepan saya, beliau langsung menghubungi beberapa rekan yang mungkin bisa membantu perihal masalah saya. beliau faham benar dengan kondisi kesehatan saya, tentu saja beliau memperjuangkan masalah saya ini dengan sekeras mungkin.

tapi, akhirnya saya tidak jadi pindah, dan tidak bisa pindah. saya harap saya bisa menyesuaikan kondisi. dan hari ketujuh disana, atau hari kelima bulan ramadhan itu, saya terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Kartini, Jepara. siangnya ayah datang menjemput dan membawa saya ke RSUD R. Soedjati Purwodadi, saya transit di IGD lagi. 3 hari diopname. DPL dan teman-teman KKN  tak ada yang menanyakan kabar. berharap diperhatikan kah saya? tidak! tapi saya harap mereka masih menganggap saya adalah bagian dari kampus ini. ya, mereka peduli, tanggung jawab sedikitlah, ada asuransi kok. tapi sampai sekarang saya juga tak tahu apakan asuransi itu akan benar-benar cair atau tidak. tentang dosen wali saya, beliau marah besar, memarahi DPL-DPL yang tak bisa berbuat banyak. "Urusan memindah satu anak saja apa sulitnya? sudah kejadian begini siapa yang mau tanggung jawab?" semua DPL yang kena amukan beliau hanya diam, tak sedikitpun bicara.

ini hanya satu kisah kecil diantara kisah-kisah lain yang serupa. Kampus saya, Pemerintah, Negara saya, sampai kapan seperti ini? haruskah selalu menanti datangnya pengorbanan untuk membuktikan hal yang benar? yang jujur dikira bohong, yang bohong dikira jujur. hhhaahhhh, saya ingin menghela nafas yang lebih panjang. Semoga masing-masing individu di negeri ini dapat menjadi individu yang benar dan baik.

Kamis, 13 September 2012

Just Write!


"Seseorang yang suka membaca belum tentu suka menulis, tetapi seorang yang suka menulis pasti suka membaca,"bisik Badiatul Muchlisin Asti, tiga tahun silam.

Kau kenal Mbak Asma Nadia? She's my favourite authors. aku bahkan tak bisa berpura-pura tak menangis karena bertemu dengan beliau, terlebih mendapatkan karya beliau secara langsung, dan..berpose di depan kamera secara eksklusif. Yes, i'm so happy. lalu, apa katanya? "Menulis itu berjuang." singkat, aku tahu beliau ingin bilang,"Menulislah terus, terus belajar, agar kau bisa menebar kebaikan dalam tulisan."

Tapi kubilang itu susah, aku tak berbakat. Tiba-tiba Ahmad Fuadi berpesan dengan ramah khas Minang-nya, "Muti...Dream, Fight, Ikhlas...," padahal aku tak yakin, tapi biar aku mencoba. membuat sebuah awal kalimat saja aku bingung, bagaimana bahasanya, bagaimana jika oranglain tak mengerti, bagaimana jika biasa-biasa saja,bagaimana jika orang tak suka?

Kata Mbak Afifah Afra,"be your self!" "Oke, just walk in may way. whatever, if that's could make me happy and comfort, just do it. sesukaku,biar tintaku menari dengan gaya bebas. "Sesuatu yang disampaikan dari hati akan sampai juga ke hati," begitu lanjutnya.

"tapi, aku lebih sering sakit, Bunda." hening, ia, yang tak lebih sedikit macam sakitnya daripada aku, dengan lembut menyentuh bahuku,"Bisa sampai kuliah begini harus sangat bersyukur,". "Boleh aku peluk, Bunda?" lalu tangan yang telah berkeriput itu merengkuhku, kubilang,"Terimakasih Bunda Pipiet Senja."

Jumat, 07 September 2012

What's the problem?

kakak minta dicariin calon istri dan aku jadi mak comblang
adek lagi bertengkar sama pacarnya dan aku dijadikan mediator
aku? kena pilek dan masuk angin dan kemarin hampir membakar fakultas karena sedikit ceroboh saat penelitian.
kamu?

Jumat, 13 Juli 2012

Dua Kejutan

Masih dengan cerita lama, laporan PKL yang tak kunjung usai bahkan bisa dibilang memprihatinkan disaat teman-teman yang lain telah usai sidang. Senin depan sudah harus KKN di Jepara, sedang nasib laporanku tak tahu akan seperti apa. Buatku makan tak enak, tidur tak jenak bahkan sebangun dari tidur pun selalu teringat dosen pembimbing-efek dimarahi-tentunya aku yang salah. Tuhan, sepanjang perjalanan menuju gedung Pasca Sarjana hari ini perutku mual memikirkan apa yang akan terjadi ketika menghadap beliau, Pak Limbang K. Aku beberapa kali menguatkan hatiku sendiri untuk siap menerima jika beliau marah lagi.

'Bismillah,' doaku sebelum memasuki ruangan beliau. 'Masih salah banyak, Pak?' tanyaku. Dan....alamak.... 9 dari 10 kecemasanku ternyata hanyalah imajinasi belaka. 

"Besok diperbaiki lagi. bawa lembar pengesahan sekalian." Dor! Allah...aku tak salah dengar? mudah begini saja? Lhah..padahal kalau dihitung2 secara jujur ini baru draf pertamaku, 100% karyaku. Spontan aku menyalahkan diriku sendiri, kenapa tak fokus dan santai dari dahulu saja sehingga tak membuat kesalahan-kesalahan begitu? kenapa terlalu tergesa-gesa dengan prinsip 'yang penting jadi'? ah...aku khilaf, sempat kehilangan jati diri. Kalau begitu mungkin aku tak akan pernah belajar tentang proses belajar di jalan yang benar. 

Dan kejutan selanjutnya, kau tahu kawan? aku tak menyangka akan mendapatkan buku karya Salim A. Fillah-salah satu penulis yang tulisannya kukagumi- gratis. dan yang lebih tak dipercaya lagi ada tanda tangan pengarangnya asli, dan..itu semua hadiah. Dalam dekapan ukhuwah, entah berapa lama aku mengangankan ingin membaca buku itu...Allah memang Maha Tahu keinginan dan kebutuhan kita, Alhamdulillah, thx Good :)


Terimakasih sekali pada saudara saya-yang saya tahu seorang ikhwan (saudara lelaki) -entah siapa- yang ikut upgrading Insani 13 Juli 2012 di Tinjomoyo, Gunung Pati tadi. Terimakasih sekali atas bukunya. semoga Allah memberi balasan yang lebih baik, xixixixi....tuker kado sesama pengurus memang nyenengin :)

*Alhamdulillah...Rezekimu datang dari arah yang tak disangka-sangka. Seperti dua kejutan yang membuatku begitu bahagia hari ini, Trimakasih Ya Robb....

Rabu, 11 Juli 2012

Muthmainnah

Jalan Tenang, sebuah nama jalan di Negara Malaysia. dimana y? jika ada kesempatan semoga bisa kesana, hehe
Kakek buyut memberi hadiah atas kelahiranku sebuah nama yang mungkin merupakan harapannya padaku. Siti Mutmainah, diambil dari Alqur'an surat Al-Fajr ayat 27 'nafsul muthmainnah' yang berarti jiwa yang tenang. Atau secara bahasa diambil dari kata tuma'ninah yang artinya juga tenang. Ada harapan setelahnya. Harapan untuk memiliki hati yang ridha lagi diridhai-Nya terutama ketika jiwa ini kembali pada Sang Penggenggam nyawa dan menjadi salah satu hamba-Nya yang pantas untuk memasuki surga-Nya. Bismillah, Insyaallah, aamiin Ya Robb. Untuk hal ini, terimakasih untuk kakek buyut, terimakasih Mbah Ko. Setenang kepribadian kakek, semoga kakek lebih tenang lagi setelah menghadap-Nya.

Memang itu hadiah dari kakek buyut, tapi jauh sebelum itu, namaku telah tertulis di kitab Lauhul Makhfudz. Allah yang mengilhamkan nama itu kepada kakek, Dia Maha Menghendaki, maka tak ada sesuatupun di dunia ini yang terjadi secara kebetulan ataupun karena kehendak manusia sendiri. Sesungguhnya Allah menganugrahkan kita kemampuan untuk berfikir dan berkreatifitas, namun sehelai daun pun tak akan mampu jatuh tanpa kehendak-Nya.

Pun dengan sifat dasar dan karakteristik pribadi. Aku bukan orang yang baik tapi masih terus mencoba untuk bisa baik. Suka ngantuk, suka mengeluh sendiri, sering merasa putus asa, cuek sama teman,cerewet, ceplas-ceplos ngomong apa adanya dan manja. jika ada baiknya kata orang sih aku ini lembut, ahaha, ini mah anugrah yang besar yang dikasih Tuhan sama aku kalau benar begitu keadaannya, hehe, aamiin. 

Soal manja....ini yang lebih banyak dikomplain. Meski terkadang atau mungkin lebih sering menjengkelkan orang lain, cukup kusyukuri sifat ini. Jika terkadang berlebihan, itu salahku yang tak tahu atau lupa aturan (mohon maaf jika tidak berkenan ketika melihat sifat saya yang satu ini muncul ya :)

Aku merasa beruntung karena Dia Yang Maha Tahu diatas segala yang tahu. Beruntung Dia menjadikanku seorang kakak, karena dengan itu aku wajib belajar untuk dewasa. Tak terbayang betapa manjanya anak yang kata orang tuanya ini 'bayi besar' jika jadi anak tunggal atau bahkan anak terakhir.  Jika menuruti keinginan, tentu menjadi manja akan sangat nyaman karena ia tak perlu diusahakan, bahkan ia dengan sangat mudah berkembang dengan lingkungan dan kondisi yang ada.  Alhamdulillah, ini ketentuan-Nya.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)Tuhan tak pernah salah. Dia yang paling tahu apa yang kita inginkan, tapi Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita,ciptaan-Nya.

Bisa jadi sifat kita berbeda satu sama lain, tapi Islam mengajarkan untuk berbuat dan berperilaku baik dalam segala hal. Bismillah untuk perbaikan diri.