Sabtu, 01 September 2012

Allah Maha Pemurah dan Penyayang


Engkau sungguh tak pernah lelah menjagaku, seperti pintaku, agar Kau selalu menjagaku. Menjagaku tuk selalu berjalan di jalan-Mu, menjagaku tuk selalu berdiri di dalam kebaikan-Mu, dan ku pinta Engkau tuk selalu menuntunku kembali ketika langkahku mulai tak lurus. Dan Aku semakin yakin, bahwa Engkau tak pernah ingkar janji, bahwa Kau mendengar pinta hamba-Mu yang bahkan sering sekali melupakan-Mu, Dan aku pun begitu senang karena meskipun aku sengaja mengabaikan-Mu, sengaja meremehkan petuuah-Mu, bahkan terbersit niat tak baik, Engkau selalu menggagalkannya, Allah...Engkaulah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Biar kucontek sebaris doa yang diajarkan Abu Bakar Ash-shidiq, "Ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka, dan ampuni aku atas aib-aib yang mereka tak tahu. aamiin."

Minggu, 26 Agustus 2012

Sahabat


Sahabat adalah seseorang yang sangat dekat dengan kita karena terbiasa bersama oleh suatu keadaan, fikirku dahulu. Kukira, dia adalah teman sepermainan, teman sekelas, yang seumuran dengan kita. Kukira, dia adalah sosok yang begitu dengan kita karena keterikatan hati seperti telepati. Kukira, seorang sahabat selalu ada saat kita sedih maupun senang. Kukira, dia adalah sosok yang tanpa kehadirannya kita merasa sepi, sendiri dan tak bisa berbuat apa-apa. Kukira, bukan sahabat jika dia bukan orang spesial diantara yang lain.

Tapi, kini kurasa, sahabat-sahabat kita, tak perlu mendapat definisi mendetail seperti itu. Mereka ada dengan keunikannya masing-masing. Mereka, salah satu subjek yang mengisi kekosongan warna dalam hidup kita. 

Kami tak pernah kenal sebelumnya ,hanya tau secara sekilas bahwa dia sahabat dari teman sekelasku ketika SMA. Pernah suatu kali kami berkenalan dalam suatu diskusi agama, dan seperti angin lalu, kami lupa satu sama lain. kami tak pernah sekelas selama 3 tahun itu, tapi, entahlah. Kami tak pernah bertengkar ataupun berselisih faham, bahkan sampai sekarang (6 thn). Kami sangat suka bercerita dan berdiskusi sampai lupa waktu. Kami suka berbagi solusi tentang organisasi masing-masing. Kami bicara banyak hal, tentang masa depan masing-masing, tentang negeri kita Indonesia, tentang permasalahan sosial dan umat. 

Entah sejak kapan pastinya dia menjadi bagian penting di salah satu bagian dari hidupku. Awal kelas XI kami hanya memiliki waktu bersama ketika berangkat dan pulang sekolah. Setahun setelah itu, kami lebih banyak bersama ketika makan malam. kami berdua selalu paling terakhir  di dapur kecil itu, lebih banyak bercerita dari haya sekedar makan dan mencuci piring kotor. Bahkan setelah beberapa kali menyadari waktu telah larut dan beberapa kali mengucap ‘salam perpisahan’, akhirnya ibu yang harus turun tangan ‘memisahkan kami’. Ah…sayangnya niat kami untuk kuliah di satu unversitas tak ‘direstui’. Long Distance Frienship ^^, mau-maunya dia jemput aku ke kos padahal aku yang mau main di tempatnya, hujan lagi J. Tak disangka handphoneku hilang di tengah banjir itu, mungkin tanpanya aku akan menangis dan menyesali kecerobohan semalam suntuk saat itu. Arigatou, Icha (Fariha Rahmah) 
“Teman baik adalah sahabat. Sesama teman saling menolong dalam kebaikan dan kesabaran.”
 foto hasil editan, yang bagus adanya versi cetak :)

Dia, seseorang yg menjadi dekat bukan karena kami selalu bersama. Bukan dari pertama kami kenal, semua karna indahnya persaudaraan islam. Kami melewati proses untuk saling mengenal, mengerti dan memahami satu sama lain. mungkin pernah beberapa kali terlintas luka di hati, sebentar saja, karena hati pribadi2 melankolis seperti kami mudah ditebak bagaimana, dan saling meminta maaf duluan adalah hal wajar. Bahkan takut jika ada hal yang tidak disadari menyakiti yg lain. terkadang…dia seperti ibu, dan aku anaknya, atau sebaliknya. Si melankolis memang perhatian. 

“Perasaan baru kemaren juga ketemu, kayak berapa lama aja pisah,” komentar Yunizar Galih, teman kampus kami saat melihat aku dan dia (sahabatku) berpelukan dalam waktu yg cukup lama. Kuingat2 hanya 2 hari kami tak bertemu, tapi pelukan itu terasa hangat,seperti lama tak bertemu dengan seorang yang special dalam hidupmu.

Katanya, “Persahabatan itu tentang keikhlasan dan ketulusan. Sahabat itu member apa yang dia punya. Dan tak meminta apa yang sahabatnya punya.”
Ah, Siti Aminah Yendy, aku akan sangat merindukanmu ketika  aku sakit dan tak ada yg bisa memijitku seenak pijitanmu,# ahaha :D
 Yendy dan aku, Bazar Kuliah Kewirausahaan,smt 3 bukan y?

Yang satu ini lain juga ceritanya. Kami dekat beberapa hari setelah masa orientasi di kampus. Aku tertarik berkenalan dengannya dengan melihat jilbabnya, mungkin merasa ada ‘teman yang sama’. Yah, benar, kami memang memiliki ‘kesamaan’ itu, minoritas di lingkungan yang baru. Singkat cerita kami dekat, bahkan dia pindah kos bersama denganku (dengan rayuan mautku, hehe, maaf ya telah menyeretmu). Dia selalu ada, meski terkesan ‘tak ada hati’.Dulu dia adalah tempat curhatku, sekarang dia adalah pahlawanku, pejuang muslimah sejati dah, mondar- mandir bawa motor kesana-kemari, apalagi kalau aku lagi tepar di kampus,hehe hehe. Dia pendiam yang aslinya tak bisa diam, aku tertipu dengan wajah kalemnya (hohoh). Dia si kreatif, cerdas, humoris, dan pribadi yang spontan. Geleng2 kalo dia suka kelepasan trus bilang, “ astaghfirullah.” Hehe, Lull, alias Nurul Arifah….makasih ya
Pulang ngampus semester 1, awal masa pertemanan
she is my sweetest and girliest friend, Ika Zuhrotun Nisa. Kami dekat karena satu kos dan satu kelas. Dia sangaaaat cantik, aku bahkan sering menjadi ‘tameng’ dari gangguan cowok2 usil yang suka nggodain dia. Suka foto-foto, dimanapun, kapanpun. Dia yang mengajariku ‘pede’ dengan kamera,hehe. Dia suka ngajakin jalan-jalan, kalau jalan sukanya nggandenga tangan, so sweet kan, jaman kuliah masih aja gandengan tangan sama temen perempuan. Tapi itu yang bikin dia manis,  calon ibu rumah tangga yang rapi, perhitungan (hemat, bukan pelit), tak banyak kata tapi sekalinya bicara langsung ngena, hedeeh…dia juga yang sering nanganin aku ketika tepar di kampus. Jadi ‘sandaran’ku, aku yakin dalam kondisi seperti itu meskipun aku kurus tetap saja berat. Ika…terimakasih banyak y
Gudang Pakan, Praktikum MTPK, so sweet u hug me :)
Kalau yang ini…apa y? nih anak memangbanyak teman, kami dekat dari awal masuk MOS, melewati masa2 ‘asing’ itu dengan dia. Dan juga…karena persamaan nasib kami, kami berdua jadi ‘anak kesayangan’ dosen wali. Kami banyak bercerita tentang kondisi masing-masing, berbagi beban ‘kuliah’ dan hidup, tertawa, belajar bersama. Aku sedikit faham dengan latar belakang agamanya, itu juga yang membuat kami dekat. Dia tak sepertiku yang berwajah sendu, dia si periang, dan  sikap tegarnya membuat aku kagum.  Tis’a Permatasari, si mungil dari Magelang, nice to meet and to be your friend.
 Rapat Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2011

Dan tentang seorang ini….aku sulit untuk menceritakannya. Dia sahabat yang paling dalam kusayangi, tapi karenanya, hanya dengan mengingat namanya saja, dapatmembuat perasaanku sedih. Aku tak pernah bertemu dengan dia lagi usai lebaran tahun pertama kami lulus SMA. Si misterius, si melankolis, penggila sastra, bahan sampai saat ini aku masih tak bisa mengerti jalan fikirannya.
“Aku melakukan ini karena aku sangat sayang sama Mut, sama sayangnya aku sama ruli,heni, adib,” ucapnya beberapa kali setahun yang lalu via handphone. Aku tak menyangka jika 2 jam percakapan dengannya itu adalah kesempatan terakhirku sampai batas waktu 5 tahun lagi. Aku di blacklist, untuk suatu alasan yang tak masuk akal, mencari jati diri. Aku tak boleh berhubungan dengannya lewat cara apapun. 5 tahun ini, tak aka nada kabar secuil pun. Meski aku lulus kuliah, meski aku masuk rumah sakit, meski aku menikah, punya anak, bahkan mati sekalupin dia tak akan mau menemuiku. Bahkan harus berpura-pura ketika tanpa sengaja bertemu, apa mungkin aku harus berpura-pura sedangkan kami hidup di kota yang sama? Hhhhhh….nafasku selalu sesak ketika membicarakan ini, emy…memy…Wahyu Laksmiati Sumarno, begitu besarkah salahku yang bahkan aku tak benar2 memahami apa salahku?
Tapi…, kurasa sahabat, bagaimanapun itu, kalian adalah kawan special, kawan baik, yang akan membawa kawanmu dalam kebaikan, tak peduli seperti apa yang nampak dari luar, karena hanya hati yang terpaut karena Tuhan yang menjadikan kita berkawan sampai akhir kelak.

Kamis, 09 Agustus 2012

Rindu



Aku sedang rindu
Kepada dia yang telah dijodohkan denganku
Aku sedang kasmaran
Dengan dia yang selalu terselip dalam doa malam
Getaran hangat ini tak bisa terelakkan
Padamu yang belum tereja dalam sebuah nama

Selasa, 24 Juli 2012

Seperti Daun yang Berguguran



Sakit yang Ia beri perumpamaan daun yang jatuh berguguran di musim gugur, membawa setiap dosa yang telah  kita perbuat ketika kita menerimanya dengan ikhlas, sabar dan terus berikhtiar. Tak semua orang dapat mengambil hikmah dari sakit yang Ia beri. bisa jadi Ia bertambah syukur, lebih mendekat pada-Nya atau justru semakin jauh dari-Nya. 

Allah begitu adil memberi cobaan pada manusia sesuai kehendak-Nya. Ia tak pernah mau membebani makhluk-Nya sesuai kemampuan mereka. Ia telah menjanjikan bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Al-Insyiroh : 6). Adalah manusia terpilih yang dapat mengemban keadaan ini. bisa jadi sakit yang kita alami adalah jalan kita menuju ridho-Nya. Ia senang mendengar keluh hamba-Nya, mendengarkan setiap pinta yang dipanjatkan dengan rendah hati dan lirih di kelengangan malam yang sunyi. Ia suka mendengar suara lembut kita. 



Yah, itu jalan dari-Nya. setiap dari kita memiliki cobaan masing-masing. Asal tetap tersenyum  dan menjalani semua ini dengan keringanan hati. InsyaAllah, syurga itu ada untuk kita ^^


*KKN H8, RSUD Dr. Raden Soedjati, Purwodadi

Kawan di Jalan Cinta-Nya

Alifa, Muti, Nuri, Dewi, Fitri, Frida, Enra, Nur Asiyah
aduh siapa y ketua 2 insani? Fadli, Ferry, Jovi, Bagus @Up Gading PH Insani Juli 2012, Tinjomoyo, Gunung Pati

Setapak Jalan Ukhuwah meretas tanpa batas
Menyatukan hati yang tiada pernah kenal di masa silam
Kecuali Tuhan Yang Maha Menggenggam hati dan takdir manusia

Tiada lagi alasan logis tuk bernaif diri
Hanya satu kata yang akhiri segala problema di hati untuk sekadar mencoba berpaling sesaat
Dan Cinta-Nya tak berhenti mengaliri nafasku di jalan ini

Hanya setitik tinta yang bisa kuberi
Hanya secuil kata yang bisa kusampaikan
Kepada kalian wahai penyampai kebaikan dan kebenaran
Teruslah berjalan beriringan menggapai ridho Tuhan

Semoga Allah selalu menyatukan hati dan langkah kita
sampai kelak di Jalan cinta-Nya

Kawan, aku kembali :)



Jumat, 13 Juli 2012

Dua Kejutan

Masih dengan cerita lama, laporan PKL yang tak kunjung usai bahkan bisa dibilang memprihatinkan disaat teman-teman yang lain telah usai sidang. Senin depan sudah harus KKN di Jepara, sedang nasib laporanku tak tahu akan seperti apa. Buatku makan tak enak, tidur tak jenak bahkan sebangun dari tidur pun selalu teringat dosen pembimbing-efek dimarahi-tentunya aku yang salah. Tuhan, sepanjang perjalanan menuju gedung Pasca Sarjana hari ini perutku mual memikirkan apa yang akan terjadi ketika menghadap beliau, Pak Limbang K. Aku beberapa kali menguatkan hatiku sendiri untuk siap menerima jika beliau marah lagi.

'Bismillah,' doaku sebelum memasuki ruangan beliau. 'Masih salah banyak, Pak?' tanyaku. Dan....alamak.... 9 dari 10 kecemasanku ternyata hanyalah imajinasi belaka. 

"Besok diperbaiki lagi. bawa lembar pengesahan sekalian." Dor! Allah...aku tak salah dengar? mudah begini saja? Lhah..padahal kalau dihitung2 secara jujur ini baru draf pertamaku, 100% karyaku. Spontan aku menyalahkan diriku sendiri, kenapa tak fokus dan santai dari dahulu saja sehingga tak membuat kesalahan-kesalahan begitu? kenapa terlalu tergesa-gesa dengan prinsip 'yang penting jadi'? ah...aku khilaf, sempat kehilangan jati diri. Kalau begitu mungkin aku tak akan pernah belajar tentang proses belajar di jalan yang benar. 

Dan kejutan selanjutnya, kau tahu kawan? aku tak menyangka akan mendapatkan buku karya Salim A. Fillah-salah satu penulis yang tulisannya kukagumi- gratis. dan yang lebih tak dipercaya lagi ada tanda tangan pengarangnya asli, dan..itu semua hadiah. Dalam dekapan ukhuwah, entah berapa lama aku mengangankan ingin membaca buku itu...Allah memang Maha Tahu keinginan dan kebutuhan kita, Alhamdulillah, thx Good :)


Terimakasih sekali pada saudara saya-yang saya tahu seorang ikhwan (saudara lelaki) -entah siapa- yang ikut upgrading Insani 13 Juli 2012 di Tinjomoyo, Gunung Pati tadi. Terimakasih sekali atas bukunya. semoga Allah memberi balasan yang lebih baik, xixixixi....tuker kado sesama pengurus memang nyenengin :)

*Alhamdulillah...Rezekimu datang dari arah yang tak disangka-sangka. Seperti dua kejutan yang membuatku begitu bahagia hari ini, Trimakasih Ya Robb....

Kamis, 12 Juli 2012

Cemas, Dosa?

'Dalam hal ini, sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita.'

Tere Liye, berkata melalui Pak Tua dalam 'Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah' yang mengatakannya. Kau tahu, 'ini' yang dimaksudnya apa? Ah kawan...rasanya aku ikut bahagia dan bahkan bisa merasakan bagaimana perasaan jatuh cinta yang dialami Borno pada gadis berwajah sendu menawan yang ternyata bernama Mei itu. Aku pun jatuh cinta. Jatuh cinta pada tulisan-tulisannya meski baru saja membaca satu diantara berpuluh karyanya, dialah Tere Liye.

Namanya Tere Liye, mendengarnya apa yang kau fikirkan? kufikir dia adalah nonis (non islam), ada keturunan luar negeri gitu dan....seorang perempuan. Salah! aku terjebak! beliau bahkan adalah seorang muslim yang taat, asli Indonesia lagi. Ah, kita manusia selalu saja menerka-nerka apa yang terlihat di permukaan, padahal Allah bilang sebagian prasangka itu adalah dosa. Nah lo, aku dosa nggak ya ngira Bang Tere Liye ini cewek? hehehehe, *maaf Bang, kgak tahu waktu itu. Habisnya namanya unik, bisa jadi orang tertarik membaca bukunya karena berawal dari rasa penasaran dengan namanya itu, seperti saya :)

Mungkin keunikan nama juga yang menginspirasi dengan tokoh Borno dan gadis yang membuatnya love at first sight

 'Kamu tahu kalau ada orang yang bernama Rabo Kliwon?'kata Borno mencoba melucu ditengah usahanya mencairkan suasana. 'Pak Tua bahkan punya kenalan dengan dua belas anak. namanya mulai Januari, Februari sampai November dan Desember?' Gadis berwajah sendu menawan itu menggelengkan kepala, bukan tertawa seperti yang diharapkannya. "Abang, namaku Mei." 'eh, apa?' Borno tergelak, kaget. "Meski itu nama bulan, kuharap Bang Borno tidak menertawakannya."

Nasib malang, makan tak doyan, mandi segan, tidur pun tak tenang. 'bagaimana kalau dia membenciku? setelah semua skenario bodoh yang kulakukan ini?'

'Dalam hal ini, sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita,'begitu kata Pak Tua. 'Dibuat-buat sendiri, diperbesar-besarkan sendiri, nyatanya?'

Dan surat tanpa nama yang dititipkan itu pun menjawab kegundahan hati yang tak pasti.
'Abang harus tahu, lebih jarang orang yang bernama Sumatra, Jawa, Sulawesi atau Kalimantan dibanding nama-nama bulan. sebenarnya lebih aneh lagi nama Borno, apalagi huruf e nya dihilangkan hanya gara-gara orang lebih mudah memanggil Borno dibanding Borneo. Sampai ketemu besok Abang, Abang Borno alias Abang Kalimantan alias Abang bekas sungai.'

dan...'Alamak...dia tak benci, hanya sebal.'

Kalau didalam prasangka itu ada dosa, sedangkan cemas itu muncil dari prasangka-prasangka negatif, apakah cemas juga dosa?

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." ~QS. Al-Hujarat : 12

Allah tidak mengatakan, "Semua prasangka", karena sebaian prasangka itu ada dasar dan alasannya. Allah juga berfirman, "Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa." Allah tidak mengatakan semua prasangka. Prasangka yang berdosa adalah (yang menyebabkan adanya permusuhan dengan orang lain) prasangka yang tak berdasar.

Be Positive Thingking, Khusnudhon atuh...:)